| Si Jago Merah Mengamuk Di Pasar Benteng |
|
|
|
| Written by Sharben, Selayar Dotcom |
| Thursday, 05 February 2009 11:42 |
|
Peristiwa ini terjadi begitu cepat, sehingga tim Pemadam Kebakaran yang mempunyai armada 2 unit tidak sanggup memadamkan api yang semakin membesar karena tertiup angin. Beberapa warga yang mempunyai lods dan kios setelah mendapat berita bahwa pasar kebakaran, segera memindahkan barang dagangannya ke tempat yang aman. Kesempatan ini tidak disia-siakan oleh para penjarah yang ikut memindahkan barang dan mengamankannya sendiri.
Bupati Kepulauan Selayar, H. Syahrir Wahab bersama Pejabat dan Forum Muspida langsung ke lokasi kejadian sambil memberi arahan untuk segera bertindak lebih lanjut menangani musibah ini. Tak lama kemudian angin kembali bertiup dengan kencang yang membuat kobaran api yang semakin mengganas melalap habis lods dan kios yang terletak di bagian utara pasar. Tim pemadam kebakaran yang bekerja tanpa henti dibantu oleh tim basarnas, PDAM, Aparat Kepolisian dan TNI serta masyarakat untuk memadamkan kobaran api selama 5 jam. Dari kerja keras berbagai elemen masyarakat tersebut, akhirnya api 'hanya' berhasil menyulap kios-kios yang berada di sebelah utara jalanan yang membelah dua pasar tersebu, menjadi abu.
Saat ini tim pemadam, aparat kepolisian, TNI dan masyarakat masih menyisir lokasi kejadian untuk mencari titik api yang dapat memicu kebakaran
Comments (2) |
| Last Updated ( Friday, 06 February 2009 06:52 ) |



Hari Kamis 5 Pebruari 2009 sekitar pukul 00:30 dinihari, menjadi sebuah tragedi memilukan bagi sebagian pedagang yang beroperasi di Pasar Sentral Benteng Kabupaten Kepulauan Selayar. Tidak berselang lama setelah memasuki waktu dhuhur, si jago merah berkobar di Pasar tradisional terbesar di Selayar tersebut. Hal tersebut terjadi, tatkala masyarakat sedang menghadapi angin kencang yang juga cukup memberi damage pada roda kehidupan masyarakat Selayar.
Kepanikan warga masyarakat ini membuat suasana semakin tak terkendali, apalagi setelah terbakarnya kios yang terdapat di deretan depan sebelah utara dan dikhawatirkan api akan merembet ke seberang timur yaitu di jalan KH. Hayyung dimana terdapat ruko padat milik beberapa warga keturunan Tionghoa. Angin kencang disertai hujan deras yang dikeluhkan oleh masyarakat selama ini, justru menjadi dewi fortuna yang sanggup menyetop semakin meluasnya kobaran api. Doa masyarakat terkabul dengan turunnya hujan lebat yang membuat api berangsur-angsur reda.
Pagi tadi pukul 06.00 wita, warga yang baru mengetahui adanya musibah kebakaran ini berduyung-duyung untuk menyaksikan dan terlihat beberapa pemilik lods dan kios menangis, shock bahkan ada yang pingsan karena tak kuasa melihat barang dagangannya yang terbakar habis dan tidak sempat diselamatkan. Diantara mereka ada yang mengais mencari barang dagangannya yang masih selamat di bawah tumpukan puing tanpa memperdulikan bara yang masih menyala dan dapat membahayakan keselamatannya. Taksiran kerugian materil diperkirakan mencapai 700 juta rupiah. 
