| Lagi-lagi kelangkaan BBM di Selayar |
|
|
|
| Written by AF-Shaben Selayar Dotcom |
| Monday, 01 December 2008 10:57 |
|
Tanggal 30 November 2008, kami berniat mengadakan perjalanan via udara dari Bandara H. Aroepala menuju Bandara Hasanuddin Makassar. Setelah menunggu sampai jam 15:40-an(jadwal keberangkatan pesawat 15:00), akhirnya datanglah pengumuman dari pihak Bandara kalau penerbangan hari itu dibatalkan. Akhirnya, kamipun balik arah kembali ke Benteng. Berhubung hari itu kami tidak punya rencana apa-apa, maka meluncurlah kami ke kampung. Dari kota Benteng, para penjual bensin sudah pada tutup, konon stoknya habis. Untung isi tangki di mobil yang kami pakai masih cukup minimal pulang kembali ke Benteng. Di sepanjang jalan, semua penjual BBM sudah memasang tanda "STOK HABIS", kecuali di satu dua tempat. itupun sudah dikerubuni antrian yang sangat panjang. Akhirnya kami mengurungkan niat menambah bensin kendaraan kami. Yang umum terjadi, sehari menjelang harga BBM dinaikkan, maka para pelanggan berbondong-bondong mengisi penuh tangki kendaraan mereka, sehingga antrian mengular dan ujung-ujungnya stok-pun jadi habis, khusus SPBU atau penjual BBM yang tidak mengantisipasi hal tersebut. Bagaimana dengan fenomena yang terjadi saat itu, sebetulnya bertolak belakang dengan apa yang umum terjadi selama ini. Lalu kenapa, tetap saja stok jadi habis? Menurut beberapa informasi, seiring akan turunnya harga BBM khususnya premium, beberapa penjual BBM kebanjiran pelanggan termasuk APMS Tanri Jaya Niaga yang terletak di Jl. Veteran Benteng Selayar. Menurut karyawan APMS Tanri Jaya Niaga, Achzan N.A,SE, bahwa hari ini pihaknya menghabiskan seluruh stock yang ada karena menunggu kiriman premium dari Bulukumba, namun karena cuaca buruk sehingga premium yang ditunggu-tunggu tiba jam 2 siang tadi belum juga tiba. Achzan juga menambahkan bahwa pihaknya melakukan hal ini untuk menghindari prasangka kalau pihaknya melakukan penimbunan BBM. Kami berasumsi bahwa para penjual BBM membatasi stok mereka menjelang penurunan harga tersebut, khawatir stok harga lama yang notabene lebih mahal tidak habis sebelum penurunan itu berlangsung. Hal ini yang mengakibatkan kebutuhan sehari sebelum penurunan harga, jadi tidak terpenuhi. Tanggal 1 Desember, dalam perjalanan ke Pamatata, kami menyaksikan di beberapa tempat penjualan BBM, pelanggan membludak. Antrian sampai memenuhi jalan raya sehingga kendaraan yang mau lewat jadi terhambat. Ternyata, perubahan harga BBM baik itu kenaikan maupun penurunan, tetap berimbas pada kelangkaan BBM. Alasan kelangkaannya berbedapun, kenyataan tersebut terbukti dengan kelangkaan BBM di Selayar menjelang penurunan harga. Comments (0) |
| Last Updated ( Thursday, 04 December 2008 10:58 ) |



