| Salimuddin, Korban Pembunuhan Di Selayar |
|
| Written by Sharben - Selayar Dotcom |
| Wednesday, 03 December 2008 08:05 |
|
Sejak hari Jum'at 28 Nopember 2008, pihak keluarga resah Salimuddin tidak pulang-pulang ke rumah. Akhirnya mereka pun mengadukan hal tersebut ke pihak berwajib.Berdasarkan laporan tersebut, aparat kepolisian bekerja sama dengan TNI, SAR, dan perangkat desa serta masyarakat melakukan pencarian dengan menyelusuri hutan dan pantai timur. 3 hari sejak dilakukannya pencarian tersebut, mayat guru agama di Bissorang, desa Bonea Timur kecamatan Bontomanai tersebut ditemukan dalam keadaan yang mengenaskan di laut dengan leher terjerat tali nilon dan tulang hidung yang retak. Kondisi mayat pun sudah membengkak dan mengeluarkan bau tidak sedap. Hal ini yang dijadikan acuan bahwa almarhum menjadi obyek penganiayaan hingga meninggal, lalu dibuang ke laut oleh pelakunya. Sampai saat ini, tim penyidik dari kepolisian berusaha keras mengungkap pelakunya dengan mengadakan penyidikan ke TKP dan interogasi terhadap warga. Menurut penuturan sebagian warga dan juga pihak keluarga, pelaku ditengarai menenggelamkan korbannya dengan menjerat leher dengan tali nilon, kemudian diikat dengan batu sebagai pemberat, lalu dibuang ke laut yang relatif dalam, sehingga mayat tidak bisa terapung. Namun, diluar perkiraan pelaku, mayat terseret arus hingga sampai ke wilayah Desa Bonea Makmur kecamatan yang sama. Di tengah kesedihan pihak keluarga, hari Selasa, 2 Desember 2008, tepat pukul 10:30, mayat korban dimakamkan di pekuburan Islam Benteng, meninggalkan seorang istri dan 3 orang anak. Ratusan warga, pihak keluarga, murid-murid yang almarhum pernah didik, ikut datang melayat serta mengantarkan jenazah almarhum ke ruang sempit tempat peristirahatan terakhirnya. Tindak kekerasan seperti ini sebetulnya termasuk jarang terjadi di Selayar. Apalagi profesi korban yang merupakan tenaga pengajar pendidikan agama, relatif identik dengan moral dan nilai-nilai reliji yang tinggi. Maka, masyarakat pun jadi bingung memprediksi, apa sebetulnya penyebab terjadinya tindakan pembunuhan tersebut. Dan apapun alasannya, tindakan yang dilakukan oleh pelaku, tetap tidak bisa diterima, baik dari sisi hukum, maupun dari sisi moral dan nila-nilai reliji agama manapun.
Comments (1) |
| Last Updated ( Wednesday, 03 December 2008 15:20 ) |