|
Di Selayar pada era tahun 80an, promosi film untuk menarik minat pengunjung untuk menonton bioskop yaitu berkeliling kota Benteng dengan menggunakan kendaraan roda empat sambil membawa poster film yang akan ditayangkan tersebut. Pilihan bentuk promosi ini sungguh sangat tepat karena jumlah penonton biasanya lebih banyak dibanding jika hanya menempelkannya di dalam ruangan sekitar gedung bioskop. Dalam melakukan aktivitas promosi ini, pihak pengelola bioskop memberikan tugas kepada 2 orang yaitu 1 orang sebagai sopir dan 1 orang lagi sebagai narator yang menceritakan penggalan kisah yang ada dalam tayangan film tersebut. 2 orang yang biasa melakukan pekerjaan ini, sebut saja namanya Salahuddin sebagai sopir dan Pak Saleh sebagai narator. Cerita ini berawal ketika Salahuddin dan Pak Saleh berkililing kota untuk promosi film baru yang berjudul "PESUGIHAN RATU NYAI RORO KIDUL" yang dibintangi oleh aktor Barry Prima dan aktris Suzanna. Setelah melewati sebuah perkampungan yang ramai, Salahuddin melambatkan kendaraannya dan Pak Saleh mulai menceritakan penggalan kisah film tersebut lewat microphone yang dipegangnya.
"Bapak-bapak, ibu,-ibu dan saudara-saudara sekalian. Film ini…film terbaru untuk usia 17 tahun keatas yang akan ditayangkan nanti malam jam 7. Dengan dibintangi aktor laga Barry Prima yang gagah serta aktris seksi Suzanna". Sudah menjadi kebiasaan bagi para anak-anak yang bediri di sepanjang jalan bila kendaraan ini lewat, mereka ikut berkonvoi di belakang kendaraan dan ada juga yang naik ke atas kendaraan sambil melambai-lambaikan tangannya.
Setelah Pak Saleh melewatkan interval selama 1 menit, kemudian melanjutkan narasinya dengan volume suara yang lebih keras. "Bapak-bapak, ibu-ibu dan saudara-saudara sekalian. Datang dan kunjungilah bioskop Benteng untuk menonton film ini. Harga tiket masuk cuma 2.500 rupiah. Mari…bapak-bapak, ibu-ibu, saudara-saudara dan saksikan kehebatan para pemainnya".
Sebelum menyebutkan judulnya Pak Saleh sempat melirik ke arah kaca spion dan melihat kalau sudah banyak anak-anak yang naik ke atas mobil. Pak Saleh khawatir akan keselamatan mereka dan juga keselamatan baliho film yang ada diatas mobil. Namun karena judul film tersebut belum disebutkan maka pak Saleh melanjutkan kata-katanya. "Film ini disutradarai oleh Arifin C. Noer dengan judul….."
Karena tak tahan melihat tingkah anak-anak di belakang, maka Pak Saleh langsung menyambut dengan spontan dan tanpa sadar kalau suaranya terdengar jelas lewat microphone.
"OOEEEE…NAUNG NGASENGKO RI BOKO…!!!" Maka jadinya bukan judul film yang seharusnya "PESUGIHAN RATU NYAI RORO KIDUL" tetapi menjadi "OOEEEE…NAUNG NGASENGKO RI BOKO…!!!". Beberapa warga yang sempat mendengar, tertawa terbahak-bahak dan bahkan ada yang tertawa sambil memengang perutnya, begitupun dengan Salahuddin. Akibatnya Pak Saleh hanya diam sesaat, bingung, geram dan malu dengan apa yang baru saja dikatakannya. |